Ngaku Cinta Negara? Museum Brawijaya Di Malang Ini Wajib Anda Kunjungi

Pernahkah Anda mengunjungi museum? Ya, hampir semua orang pernah mengunjungi museum dan museum pun terdiri dari beberapa macam, seperti museum sejarah, museum seni, museum geologi, dan lain-lain.

Namun pada intinya, museum adalah tempat untuk menampung benda-benda unik dan juga bersejarah. Tak heran jika banyak orang yang rela pergi dari museum satu ke museum yang lainnya karena penasaran dengan peninggalan bersejarah dan ingin mendapatkan ilmu baru.

Dari beberapa jenis museum, yang paling sering dikunjungi adalah museum sejarah karena memiliki keunikan tersendiri di mata pengunjung yaitu dengan adanya benda bersejarah zaman dulu kala. Museum yang satu ini tentu memiliki banyak fungsi yaitu membantu memperoleh informasi mengenai suatu sejarah, membuka wawasan baru, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Sejarah Berdirinya Museum Brawijaya Di Kota Malang

Salah satu museum sejarah yang wajib Anda kunjungi adalah Museum Brawijaya yang letaknya di Kota Malang. Museum ini cukup terkenal di Indonesia dan sering dikunjungi oleh wisatawan terutama para pelajar.

Museum ini menampung benda bersejarah sisa perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah di masa lalu, khususnya saat Agresi Militer Belanda 1 dan 2 di wilayah Malang dan sekitarnya seperti Bondowoso dan Surabaya.

Museum Brawijaya adalah museum angkatan bersenjata yang termasuk terlengkap di Kota Malang. Oleh sebab itu, tepat sekali jika Anda mengunjungi tempat ini untuk memperoleh informasi mengenai kondisi Indonesia pada masa penjajahan.

Museum Wisata Malang ini didirikan mulai tahun 1967 dan selesai didirikan pada tahun 1968. Untuk peresmiannya berhasil dilaksanakan pada 4 mei 1968 oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo. Tujuan didirikannya museum ini adalah untuk media pendidikan sekaligus penelitian ilmiah, tempat rekreasi, serta tempat bimbingan mental bagi para TNI.

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan kisah perjuangan masyarakat Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur saat melawan kolonial Belanda, museum ini layak untuk dikunjungi karena di dalamnya terdapat kisah mengharukan masyarakat Indonesia terutama para TKR dalam menghadapi Agresi Militer Belanda 1 dan juga 2.

Baca Juga : Museum Angkut, Wisata Mobil Antik Di Kota Malang Batu

Beberapa Benda Bersejarah Di Dalam Museum Brawijaya

Di dalam museum ini terdapat beberapa ruangan yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Saat memasuki halaman depan, Anda akan melihat taman senjata yang diberi nama “Agne Yastra Loka” yang memiliki arti taman senjata berasal dari api revolusi 1945.

Benda-benda yang berada di halaman begitu menarik perhatian para pengunjung, dimana terdapat tank Jepang yang berhasil direbut oleh arek-arek Suroboyo pada Oktober 1945 dan tank inilah yang dipakai pada 10 November 1945 untuk melawan sekutu.

Ada juga Pompom Double Loop atau disebut juga dengan Senjata Penangkis Serangan Hawa yang merupakan senjata Jepang dan berhasil dirampas oleh BKR dan kemudian dipakai untuk melawan sekutu dan juga tentara Belanda. Dengan senjata ini, 2 pesawat tempur Belanda berhasil dijatuhkan.

Di dalam ruang koleksi 1 Museum Brawijaya dipamerkan koleksi benda-benda perang pada era 1945 hingga 1949. Koleksi tersebut berupa lukisan baju para pahlawan, foto panglima kodam Jawa Timur mulai tahun 1945 sampai saat ini, termos dari tempurung kelapa, burung merpati pos, lukisan pertempuran Surabaya, pedang samurai, alat kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Wisata Malang ini juga mempunyai koleksi lain yang unik dan menarik yaitu berupa mobil sedan De Soto yang merupakan buatan dari USA dan pernah dipakai oleh Soengkono pada saat beliau sedang menjabat menjadi Panglima Divisi Brawijaya dan juga sebagai Panglima Divisi Narotama pada tahun 1948 sampai 1950.

Di ruang koleksi 2 merupakan tempat benda-benda bersejarah di tahun 1950 sampai 1976, diantaranya adalah alat musik, beberapa foto bergemester dan juga walikota Malang, bejana besi, senjata rampasan yang diperoleh dari PRRI/Permesta, bendera Portugal, dan lain-lain.

Tempat ini juga dilengkapi dengan perpustakaan yang di dalamnya berisi buku-buku literatur, dokumen-dokumen sejarah, foto-foto sejarah, laporan-laporan, karya-karya umum, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain dari adanya ruangan-ruangan tersebut, terdapat pula ruang tengah yang hanya terdiri dari 2 koleksi saja yaitu Perahu Segigir dan Gerbong Maut. Para pengunjung dapat dengan bebas mengambil gambar ataupun membuat video mengenai koleksi-koleksi yang ada di Museum Brawijaya.

Setelah puas mengelilingi museumnya, Anda bisa bersantai sembari menikmati Ijen Boulevard yaitu jalur hijau yang terletak di dekat museum yang dihiasi pohon palem dan bunga bougenvil. Uniknya lagi, Ijen Boulevard ini dilatar belakangi oleh perumahan bergaya kolonial Belanda.

Baca Juga : Museum Satwa Jatim Park 2, Tempat Bermain Dan Belajar

Cerita Pilu Di Balik Gerbong Maut

gerbong maut museum brawijaya malangDiantara semua koleksi yang terdapat di dalam Wisata Malang ini, Gerbong Maut adalah yang paling menarik perhatian pengunjung. Bahkan, koleksi ini dijadikan sebagai icon dari museum ini. Dibalik Gerbong Maut terdapat cerita para pejuang yang begitu memilukan hati.

Ya, gerbong tersebut menjadi saksi bisu dari bergugurannya para pejuang yang sudah mengabdikan dirinya untuk negara. Pada saat perang yang terjadi tanggal 21 Juli 1947, banyak pejuang Indonesia yang ditahan oleh tentara Belanda. Berhubung tempatnya tidak cukup, maka ada 100 tentara yang dipindahkan ke tempat lainnya.

Pemindahan tersebut diangkut menggunakan 3 gerbong pengangkut barang yaitu seri GR4416, GR5769, dan GR10152. Berhubung gerbong tersebut tidak ada sirkulasi udaranya, maka banyak yang mengalami kepanasan, kehausan, kulit mengelupas, dan kehabisan nafas karena harus berdesak-desakan dengan yang lainnya.

Hal tersebutlah yang membuat banyak pejuang mengalami lemas tak berdaya bahkan banyak juga yang berguguran. Tercatat ada 12 orang yang masih selamat, 46 orang meninggal dunia, dan 42 lainnya mengalami luka dan lemas.

Diantara ketiga gerbong tersebut, yang paling banyak merenggut jiwa adalah gerbong seri GR 10152 yang sekarang terletak di Museum Brawijaya dan disebut sebagai Gerbong Maut. Banyaknya korban jiwa di gerbong ini disebabkan karena tidak adanya sirkulasi udara sedangkan kedua gerbong lainnya terdapat sedikit sirkulasi udara sehingga bisa menghirup udara secara bergantian antara yang satu dengan yang lainnya.

Sungguh miris sekali para pejuang Indonesia di zaman lalu. Untuk itu, dewasa ini gerbong tersebut masih tersimpan rapi di dalam museum guna mengenang jasa para pejuang yang telah berjasa untuk merebut kemerdekaan Indonesia dan juga menjadikan generasi masa kini lebih bersyukur karena dapat menghirup udara bebas.

Dengan adanya museum Museum Brawijaya, diharapkan para generasi muda lebih memahami perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah di masa lalu. Dan lebih bersemangat lagi dalam memajukan bangsa Indonesia agar tidak lagi dijajah dalam bidang mental dan juga teknologi. Ya, saat ini memang penjajahan tidak lagi berupa fisik namun mental anak bangsa.

Bagi Anda yang penasaran, yuk kunjungi alamatnya di Jalan Ijen, No. 25 A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang. Untuk memasuki Museum Brawijaya, Anda hanya dikenai tarif sebesar Rp 3.000 saja. Wisata ini buka mulai jam 08.00 sampai 14.30 WIB di hari biasa dan hari Jum’at tutup pukul 11.30 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu tutup jam 13.00 WIB. Jangan sampai Anda salah jadwal ya.

loading...

Natural Sunrise Tour

Natural Sunrise Tour merupakan blog informasi tempat wisata terkenal di Indonesia, dengan harapan dapat memudahkan Anda untuk melakukan perjalanan wisata dan travelling ke berbagai pelosok di Indonesia. Kami juga menyediakan beberapa Paket Wisata Murah ke beberapa tempat wisata yang populer. Silahkan hubungi kami di 085 339 122 865 (SMS/Telp/WA) dan 085 855 958 388 (WA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *